Sabtu, 10 Oktober 2009

Setitik Harapan: Pemberdayaan Masyarakat pada Lahan Marginal

Setitik Harapan: Pemberdayaan Masyarakat pada Lahan Marginal
Memperdayakan masyarakat adalah upaya untuk meningkatkan harkat dan martabat lapisan masyarakat yang alam kondisi sekarang tidak mampu melepaskan diri dari perangkap kemiskinan dan keterbelakangan. Dengan kata lain memperdayakan adalah memampukan dan memandirikan masyarakat.
Dan Pemberdayaan merupakan ”proses” tidaklah ”seketika” artinya dibutuhkan beberapa tahapan untuk melaksanakan kegiatan tersebut, yaitu Penyadaran, pengkapasitasan dan pendayaan.

Dan selama proses tersebut menjadikan sasaran mengerti bahwa dirinya diperdayakan dan sekaligus pemberdayaan tersebut akan dimulai dari dalam dirinya sendiri.
. Pemberdayaan petani miskin di lahan marginal dilakukan secara partisipatif dan dengan mengetengahkan aspek jender. Hal ini untuk mendorong petani miskin dan perempuan mampu mengatasi persoalan yang mereka hadapi dengan inisiatif yang dibangun melalui investasi desa. Keterlibatan perempuan merupakan unsur penentu pembangunan desa, menyadari jumlah wanita kurang lebih separoh dari jumlah penduduk desa.

Daerah lahan marjinal / lahan kering peluang mengadopsi inovasi produksi dan pemasaran komersial dan ekses terhapat pertumbuhan ekonomi yang lebih luas masih sangat kurang. Dukungan investasi publik spesifik lokasi untuk jalan desa, gudang, irigasi kecil, konservasi lahan dan air diseminasi teknologi didesa-desa serta pelatihan bagi petani masih sangat kurang. Demikian pula halnya pengembangan dan diseminasi informasi belum dirancang untuk petani miskin, tetapi lebih ditujukan untuk promosi peningkatan produksi pangan. Kondisi ini berakibat mengunci petani pada suatu perangkap keseimbangan tingkat rendah yang mencegah akses terhapat manfaat pertumbuhan ekonomi lebih luas. Sebagai konsekuensinya ekonomi pedesaan tetap pada aktivitas komersial tingkat rendah yang juga membatasi aktivitas non-farm, menekan upah buruh tani dan meningkatnya jumlah petani miskin.



Kamis, 01 Oktober 2009

Boleh komentar

Memang sih kekurangmampuan atas ekonomi seseorang bisa jadi karena nasib (sering menjad kambing hitamnya), akan tetapi jika menyadari betul sekalipun itu nasib atau bakatlah....sebenernya kalo boleh kita terbuka terhadap komentar adalah kurang tepatnya dalam mengambil usaha, masih belum ketemu jalannya atau kurang semangat (kerja keras) bahkan kurang membekali diri dan masih banyak lagi (dst.....).

Akan tetapi jika kita menyadari atas kekurangan/belum terpenuhi hal tersebut seringlah kita melihat bahwasanya kegiatan ekonomi merupakan kegiatan yang terbentuk dari pola hidup mereka secara keseluruhan maksudnya pola pikir, wawasan berusaha, jangkauan melangkah (tidak mesti berarti fisik)ditambah lagi kemauan keras untuk mewujudkan CITA-CITA...maka hal itulah menjadi salah satu beberapa sebab kurang siapan dari seseorang untuk dapat meningkatkan taraf hidupnya/ekonomi..

Jumat, 31 Juli 2009

MASYARAKAT DESA = PEKERJA KERAS

MASYARAKAT KITA
Dari hasil pengamatan saya adalah Masyarakat dengan BUDAYA, ADAT, DAN KEPRIBADIAN UNIK ATAU KHAS, dan mereka memiliki bakat alam adalah rajin bekerja dengan bentuk rutinitas yang kadang hanya dapat dijumpai pada mereka dengan lingkungannya itulah bangsaku BANGSA INDONESIA.
Seringkali orang dengan asal serta latar belakang yang berbeda (masyarakat agak kota/kota) bahkan dengan latar belakang pendidikan (kuliah s/d setinggi-tinggi menurut ukuran mereka/sendiri) menganggap bahwa masyarakat desa perlu diperhatikan, dibantu, disayangi bahkan dengan kalimat agak melankolis menyebutkan bahwa masyarakat desa perlu dikasihani.....

Nah, yang perlu kita perlu lakukan apabila mau melihat, memperhatikan, peduli dengan mereka adalah cukup dengan menghargai nilai-nilai usaha serta menghargai kearifan lokal yang apabila kita dapat dengan meninggalkan sedikit keeogoisan kita adalah dengan memberikan kesempatan kepada mereka kenapa mereka terus menerus melakukan / menjalani bentuk / pola hidup kemasyarakatannya dan ternyata mereka memiliki khas atau bentuk dalam menyelesaikan persoalannya sendiri.........